MAKALAH
STRUKTUR HEWAN
SISTEM PENCERNAAN
Disusun oleh : Kelompok 7
Abdul Rouf : 15542025
Iis Siti
Maspupah : 15542016
Eva
Hardiyanti : 15542003
Fitriani : 15541008
PENDIDIKAN BIOLOGI
SEKOLAH TINGGI
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
(STKIP) GARUT 2015-2016
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr. Wb
Segala
puji hanya bagi Allah yang telah melimpahkan Taufik, Hidayah dan InayahNya
kepada kita, sehingga kita masih dapat menghirup nafas kaislaman sampai
sekarang ini. Shalawat dan salam semoga tercurah pada junjungan kita Nabi agung
Muhammad SAW yang telah berjuang dengan semangatnya yang begitu mulia yang
telah membawa kita dari jaman Jahilliyah kepada jaman Islamiyah.
Dengan
mengucap Alhamdulillah kami dapat menyusun makalah yang berjudul “SISTEM
PENCERNAAN”.
Kami menyadari tentunya makalah ini jauh dari sempurna, maka dari itu kami
mohon saran dan kritik yang sifatnya membangun tentunya. Akhirnya kami
mengucapkan terima kasih dan mohon maaf apabila dalam penulisan masih terdapat
kalimat-kalimat yang kurang dapat dipahami agar menjadi maklum.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR:......................................................................................................... :
i
DAFTAR ISI............................................................................................................. :
ii
BAB I PENDAHULUAN.................................................................................................... :
1
A. Latar Belakang....................................................................................................... :
1
B. Rumusan Masalah.................................................................................................. :
1
C. Tujuan..................................................................................................................... :
1
BAB II PEMBAHASAN....................................................................................................... :
2
A. Pengertian Sistem Pencernaan.............................................................................. :
2
B. Proses Pencernaan.................................................................................................. :
2
C. Alat Pencernaan:.................................................................................................... :
7
D. Gangguan Pada Sistem Pencernaan................................................................... :
18
BAB III PENUTUP............................................................................................................... :
23
A. Kesimpulan............................................................................................................ :
23
B. Kritik dan Saran................................................................................................... :
23
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................................... :
24
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sistem
pencernaan makanan berhubungan dengan penerimaan makanan dan mempersiapkannya
untuk di proses oleh tubuh. Makanan adalah tiap zat atau bahan yang dapat
digunakan dalam metabolisme guna memperoleh bahan-bahan untuk memperoleh tenaga
atau energi. Selama dalam proses pencernaan makanan dihancurkan menjadi zat-zat
sederhana dan dapat diserap oleh usus, kemudian digunakan oleh jaringan tubuh.
Berbagai
perubahan sifat makanan terjadi karena sintesis berbagai enzim yang terkandung
dalam berbagai cairan pencernaan. Agar makan itu berguna bagi tubuh, maka
makanan itu harus di distribusi oleh darah sampai pada sel-sel di seluruh
tubuh Sistem pencernaan terdiri atas
suatu saluran panjang yaitu saluran cerna yang dimulai dari mulut sampai anus,
dan kelenjar-kelenjar yang berhubungan yang letaknya di luar saluran.
B. Rumusan
Masalah
1. Apa itu system pencernaan ?
2. Bagaimana Proses Pencernaan dalam
tubuh ?
3. Apa saja alat-alat pencernaan dalam
tubuh ?
4. Gangguan apa saja yang berhubungan
dengan system pencernaan ?
C. Tujuan
Dari
rumusan masalah di atas tujuan darip enulisan makalah ini adalah untuk
mengetahui:
1.
Pengertian
dari system pencernaan
2.
Proses
pencernaan
3.
Alat-alat
pencernaan dalam tubuh
4.
Gangguan
pada system pencernaan.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Sistem Pencernaan
Sistem pencernaan
(digestive system) merupakan sistem organ dalam hewan multisel yang
menerima makanan, mencernanya menjadi energi dan nutrien, serta mengeluarkan
sisa proses tersebut melalui dubur. Sistem pencernaan antara satu hewan dengan
yang lainnya bisa sangat jauh berbeda. Pada dasarnya sistem pencernaan makanan
dalam tubuh manusia terjadi di sepanjang saluran pencernaan dan dibagi menjadi
3 bagian, yaitu proses penghancuran makanan yang terjadi dalam mulut hingga
lambung.Selanjutnya adalah proses penyerapan sari - sari mak anan yang terjadi
di dalam usus. Kemudian proses pengeluaran sisa - sisa makanan melalui anus.
B.
Proses Pencernaan
Proses
pencernaan makanan berlangsung di dalam saluran pencernaan makanan. Proses
tersebut di mulai dari rongga mulut. Di dalam rongga mulut makanan
dipotong-potong oleh gigi seri dan dikunyah oleh gigi geraham , sehingga
makanan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. Walaupun zat makanan telah
dilumatkan atau dihancurkan dalam rongga mulut tetapi belum dapat diserap oleh
dinding usus halus. Karena itu, makanan harus diubah menjadi sari makanan yang
mudah larut. Dalam prose ini dibutuhkan beberapa enzim pencernaan yang
dikeluarkan oleh kelenjar pencernaan.
Waktu
pencernaan, makanan tersebut diproses menjadi sari makanan yang diserap oleh
jonjot usus dan sisa makanan dikeluarkan melalui poros usus. Sari makanan hanya
dapat diserap dan diangkut oleh darah dan getah bening bila larut di dalamnya,
kemudian makanan tersebut didistribusikan ke bagian tubuh yang membutuhkannya.
Berdasarkan
prosesnya, pencernaan makanan dapat dibedakan menjadi dua macam seperti
berikut.
1.
Proses
mekanis, yaitu pengunyahan oleh gigi dengan dibantu lidah serta peremasan yang
terjadi di lambung.
2.
Proses
kimiawi, yaitu pelarutan dan pemecahan makanan oleh enzim-enzim pencernaan
dengan mengubah makanan yang ber-molekul besar menjadi molekul yang berukuran
kecil.
Makanan mengalami proses pencernaan
sejak makanan berada di dalam mulut hingga proses pengeluaran sisa-sisa makanan
hasil pencernaan. Adapun proses pencernaan makanan meliputi hal-hal berikut.
1.
Ingesti:
pemasukan makanan ke dalam tubuh melalui mulut.
2.
Mastikasi:
proses mengunyah makanan oleh gigi.
3.
Deglutisi:
proses menelan makanan di kerongkongan.
4.
Digesti:
pengubahan makanan menjadi molekul yang lebih sederhana dengan bantuan enzim,
terdapat di lambung.
5.
Absorpsi:
proses penyerapan, terjadi di usus halus.
6.
Defekasi:
pengeluaran sisa makanan yang sudah tidak berguna untuk tubuh melalui anus.
Proses
pencernaan sebenarnya telah dimulai sejak dari mulut. Namun sebagian besar
proses pencernaan terjadi di dalam lambung dan usus. Ketika makanan dimasukkan
ke dalam mulut, maka akan merangsang produksi air liur untuk melumatnya menjadi
bentuk cair.
Pada saat
mengunyah, gigi memotong-motong makanan, maka air liur (saliva) akan membantu
melumatnya. Saliva akan bertambah banyak jika sedang berselera terhadap suatu
makanan. Proses didalam mulut ini untuk mempersiapkan makanan agar mudah
ditelan selanjutnya melewati kerongkongan menuju ke lambung.
Makanan di
lambung akan dicerna oleh asam lambung dan enzim enzim pencernaan menjadi lebih
sempurna, dan akan disempurnakan ketika telah sampai di usus halus. Makanan
selanjutnya diubah menjadi molekul yang dapat diserap usus halus ke dalam
aliran darah. Selanjutnya dibawa ke hati untuk diolah dan dimanfaatkan oleh
seluruh bagian tubuh. Hasil inilah yang memberikan hidup, pertumbuhan dan
energi atau tenaga pada tubuh. Sisa sari makanan yang berupa ampas selanjutnya
dialirkan ke usus besar. Di situ mengalami proses pembusukan menjadi lebih
padat lalu didorong dan menumpuk di rektum yang akhirnya ditahan oleh otot
dubur. Tergantung jenis makanan yang dikonsumsi, tenggang waktu waktu penuhnya
dan volume sisa makanan tersebut sampai merangsang reflek berak. Bisa satu
hari, dua hari sampai lima hari baru dikeluarkan saat buang air besar.
Hasil akhir
proses pencernaan adalah terbentuknya molekul-molekul atau partikel-partikel
makanan yakni: glukosa, asam lemak, dan asam amino yang siap diserap (absorpsi)
oleh mukosa saluran pencernaan. Selanjutnya, partikel-partikel makanan tersebut
dibawa melalui sistem sirkulasi (transportasi) untuk diedarkan dan digunakan
oleh sel-sel tubuh sebagai bahan untuk proses metabolisme (assimilasi) dan
hasil akhirnya digunakan sebagai sumber tenaga (energi), zat pembangun
(struktural), dan molekul-molekul fungsional (hormon, enzim) dan keperluan
tubuh lainnya.
1.
Pencernaan Karbohidrat (KH)
Pencernaan
karbohidrat di mulut terjadi karena dengan adanya air liur yang mengandung
enzim ptyalin (amilase) yang berperan mengubah amilum menjadi polisakarida
sederhana. Pencernaan karbohidrat di lambung dengan adanya asam lambung, lendir
dan pepsin, tanpa mengalami pencernaan enzimatik.
Pencernaan
karbohidrat di usus halus terutama di dalam duodenum terdapat amylase pankreas
untuk memecah polisakarida sederhana menjadi disakarida. Disakarida selanjutnya
akan dicerna oleh disakaridase menjadi monosakarida (glukosa, fruktosa, dan
galaktosa). Proses penyerapan (absorpsi) karbohidrat melalui mekanisme difusi
fasilitasi oleh hormon insulin, terutama di duodenum dan jejenum.
2.
Pencernaan lemak
Lemak
makanan selama berada di dalam saluran pencernaan akan mengalami pencernaan
sebagai berikut: Lemak dicerna di mulut oleh lipase yang dihasilkan kelenjar
Ebner’s yang terdapat pada permukaan atas lidah yang dikenal sebagai lipase
lingual (lidah). Lipase ini bekerja aktif di lambung dan mencerna lemak sekitar
20- 30%. Di lambung lemak dicerna oleh lipase lambung (gastric lipase). Enzim
ini kurang memiliki peranan penting kecuali pada gangguan pankreas.
Pencernaan
lemak di usus halus terutama terjadi di duodenum dimana terdapat muara saluran
cairan empedu yang berasal dari hati atau kantung empedu. Lemak makanan setelah
diemulsifikasikan oleh garam empedu menjadi larut air (hidrofilik) sehingga
demikian memungkinkan enzim lipase pankreas bekerja.
Lemak makanan
setelah dicerna secara enzimatis oleh lipase pankreas menjadi asam lemak dan
gliserol dan berubah menjadi butiran-butiran lemak yang disebut micelle.
Micelle ini kemudian menempel pada sel mukosa usus halus dan selanjutnya masuk
ke dalam sel mukosa (diabsorpsi) secara difusi. Enzim lipase pankreas memegang
peranan penting pada pencernaan lemak di dalam usus halus sebagai pemecah
ikatan antara asam lemak dengan gliserol. pada rantai 1 dan 3 dari trigliserida
sehingga dihasilkan 2 mol asam lemak dan gliserol. Kolesterol makanan dalam
wujud sebagai kolesterol ester akan dihidrolisis oleh esterkolesterol hidrolase
yang terdapat dalam getah pankreas menjadi kolesterol bebas. Kolesterol juga
mengalami perubahan menjadi ester kolesterol.
Absorpsi
asam lemak paling banyak terjadi di usus halus bagian atas yaitu bagian
duodenum dan jejenum, dan sebagian kecil di ileum. Asam lemak setelah diserap
oleh sel mukosa usus halus dengan cara difusi, kemudian di dalam sel mukosa
asam lemak dan gliserol mengalami resintesis (bergabung lagi) menjadi
trigliserida. Trigliserida dan ester kolesterol bersatu diselubungi oleh
protein menjadi kilomikron (chylomicron). Protein penyusun selubung kilomikron
disebut apoprotein. Selubung protein berfungsi mencegah bersatunya molekul-molekul
lemak dan membentuk bulatan besar yang dapat mengganggu sirkulasi darah.
Kilomikron keluar dari sel mukosa usus secara eksositosis (kebalikan dari
pinositosis) kemudian diangkut lewat sistem limfatik(duktus thoracicus →
cysterna chili) dan selanjutnya masuk ke dalam sirkulasi darah (vena
subclavia). Kadar kilomikron dalam plasma darah meningkat 2 - 4 jam setelah
makan. Sedangkan gliserol langsung dialirkan ke pembuluh darah.
3.
Pencernaan protein
1) Di mulut protein dicerna secara
mekanis, sedangkan secara enzimatis belum.
2) Di lambung protein, dicerna secara
oleh asam lambung (HCl) dan enzim pepsin. Protein setelah didenaturasi
(dirusak) oleh HCl, kemudian dihidrolisis menjadi peptida sederhana.
3) Di usus halus, protein dicerna oleh
cairan pankreas yang mengandung proenzim tripsinogen dan kimotripsinogen. Enzim
tripsin dan kimotripsin berperan memecah polipeptida menjadi peptida sederhana.
Selanjutnya peptida tersebut dipecah sehingga akhirnya menjadi asam amino
peptidase (erepsin).
Setelah
menjadi asam amino selanjutnya diserap (absorpsi) oleh lapisan mukosa usus
yeyenum dan ileum. Asam amino yang berasal dari makanan (diet) dan dari
pemecahan protein tubuh selanjut dibawa oleh sirkulasi darah ke dalam amino
acid pool gudang penimbunan asam amino yaitu darah dan cairan jaringan
(interseluler).
A.
Alat Pencernaan
Alat-alat pencernaan terdiri dari
saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Saluran pencernaan terdiri atas
mulut, pharynk, esophagus, lambung, usus halus, usus besar, dan berakhir pada
anus. Sedangkan kelenjar pencernaan terdiri atas kelenjar ludah, kelenjar
lambung, kelenjar usus, hati, dan pankreas.
1.
Rongga Mulut
Proses pencernaan dimulai sejak makanan masuk ke dalam
mulut. Di dalam mulut terdapat alat-alat yang membantu dalam proses pencernaan,
yaitu gigi, lidah, dan kelenjar ludah (air liur). Di dalam rongga mulut,
makanan mengalami pencernaan secara mekanik dan kimiawi. Beberapa organ di
dalam mulut, yaitu :
a. Gigi
Gigi berfungsi untuk mengunyah makanan sehingga makanan menjadi halus.
Keadaan ini memungkinkan enzim-enzim pencernaan mencerna makanan lebih cepat
dan efisien. Gigi dapat dibedakan atas empat macam yaitu gigi seri, gigi taring,
gigi geraham depan, dan gigi geraham belakang. Secara umum, gigi manusia
terdiri dari tiga bagian, yaitu mahkota gigi (korona), leher gigi (kolum),
dan akar gigi (radiks). Mahkota gigi atau puncak gigi merupakan bagian
gigi yang tampak dari luar. Setiap jenis gigi memiliki bentuk mahkota gigi yang
berbeda-beda. Gigi seri berbentuk seperti pahat, gigi taring berbentuk seperti
pahat runcing, dan gigi geraham berbentuk agak silindris dengan permukaan lebar
dan datar berlekuk-lekuk. Bentuk mahkota gigi pada gigi seri berkaitan dengan
fungsinya untuk memotong dan menggigit makanan. Gigi taring yang berbentuk
seperti pahat runcing untuk merobek makanan. Sedangkan gigi geraham dengan
permukaan yang lebar dan datar berlekuk-lekuk berfungsi untuk mengunyah makanan.
Leher gigi merupakan bagian gigi yang terlindung dalam gusi, sedangkan akar
gigi merupakan bagian gigi yang tertanam di dalam rahang. Bila kita amati
gambar penampang gigi, maka akan tampak bagian-bagian seperti pada gambar
berikut ini.
Email gigi merupakan lapisan keras berwarna putih yang menutupi mahkota
gigi. Tulang gigi, tersusun atas zat dentin. Sumsum gigi (pulpa),
merupakan rongga gigi yang di dalamnya terdapat serabut saraf dan
pembuluh-pembuluh darah. Itulah sebabnya bila gigi kita berlubang akan terasa
sakit, karena pada sumsum gigi terdapat saraf.
a.
Lidah
Lidah berfungsi untuk mengaduk makanan di dalam rongga mulut dan membantu
mendorong makanan (proses penelanan). Selain itu, lidah juga berfungsi sebagai
alat pengecap yang dapat merasakan manis, asin, pahit, dan asam. Tiap rasa pada
zat yang masuk ke dalam rongga mulut akan direspon oleh lidah di tempat yang
berbeda-beda. Letak setiap rasa berbeda-beda, yaitu:
- Rasa asin —–> lidah bagian tepi depan
- Rasa manis —–> lidah bagian ujung
- Rasa asam —–> lidah bagian samping
- Rasa pahit —–> lidah bagian belakang / pangkal lidah
Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat seperti pada gambar berikut ini.
Lidah mempunyai reseptor khusus yang berkaitan dengan rangsangan kimia.
Lidah merupakan organ yang tersusun dari otot. Permukaan lidah dilapisi dengan
lapisan epitelium yang banyak mengandung kelenjar lendir, dan reseptor
pengecap berupa tunas pengecap. Tunas pengecap terdiri atas sekelompok sel
sensori yang mempunyai tonjolan seperti rambut yang disebut papila
a.
Kelenjar Ludah
Kelenjar ludah menghasilkan ludah atau air liur (saliva).
Kelenjar ludah dalam rongga mulut ada 3 pasang, yaitu :
- Kelenjar parotis, terletak di bawah telinga.
- Kelenjar submandibularis, terletak di rahang bawah.
- Kelenjar sublingualis, terletak di bawah lidah.
Letak kelenjar ludah di dalam rongga mulut dapat dilihat pada gambar
berikut.
Kelenjar ludah
di dalam mulut
Kelenjar parotis menghasilkan ludah yang berbentuk cair.
Kelenjar submandibularis dan kelenjar sublingualis
menghasilkan getah yang mengandung air dan lendir. Ludah berfungsi untuk
memudahkan penelanan makanan. Jadi, ludah berfungsi untuk membasahi dan
melumasi makanan sehingga mudah ditelan. Selain itu, ludah juga melindungi
selaput mulut terhadap panas, dingin, asam, dan basa. Di dalam ludah terdapat
enzim ptialin (amilase). Enzim ptialin berfungsi
mengubah makanan dalam mulut yang mengandung zat karbohidrat (amilum)
menjadi gula sederhana (maltosa). Maltosa mudah dicerna oleh
organ pencernaan selanjutnya. Enzim ptialin bekerja dengan baik pada
pH antara 6,8 – 7 dan suhu 37oC.
1.
Kerongkongan
Kerongkongan
(esofagus) merupakan saluran penghubung antara rongga mulut dengan
lambung. Kerongkongan berfungsi sebagai jalan bagi makanan yang telah dikunyah
dari mulut menuju lambung. Jadi, pada kerongkongan tidak terjadi proses
pencernaan.
Otot
kerongkongan dapat berkontraksi secara bergelombang sehingga mendorong makanan
masuk ke dalam lambung. Gerakan kerongkongan ini disebut gerak peristalsis.
Gerak ini terjadi karena otot yang memanjang dan melingkari dinding
kerongkongan mengkerut secara bergantian. Jadi, gerak peristalsis merupakan
gerakan kembang kempis kerongkongan untuk mendorong makanan masuk ke dalam
lambung. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada gambar berikut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar